Gudeg Bu Slamet Wijilan


Gambar penjual Gudeg ini berhasil diambil setelah beberapa kali pengambilan. Ibu penjual selalu bergerak di balik kaca etalase gudegnya, sehingga memerlukan ASA 800 untuk mengambil gambar ini.

F/4.5 ; Exposure Time 1/8 dan Focal length 14 mm

Gudeg Bu Slamet Wijilan ini merupakan langgananku, sebagai bukti bahwa aku cinta gudeg dan selalu kagum dengan perjuangan mbah penjual Gudeg yang tetap setia dengan profesinya.

Cerita lengkap bisa dilihat di blog.

13 thoughts on “Gudeg Bu Slamet Wijilan

  1. Moment dan Ekspresi sangat bercerita.
    Tone nya bagus, outfit SimBah keren.
    Cukup tajam untuk 1/8″
    Komposisi sebenarnya bagus, tapi memang pilihan sulit, kalau frame diperlebar lagi ke kiri untuk memperlihatkan kegiatan tangan SimBah pasti makin bercerita, sayang munkin itu malah beresiko jelek karena area kiri atas juga akan makin luas dan sepertinya akan over exposure di situ karena ada cahaya kuat, mungkin jendela/pintu yang terbuka.
    Haze di foreground tadinya saya bingung, apa itu uap masakan, tapi kok lurus dan ada konsentrasi haze di pelipis kiri SimBah… setelah dibaca ceritanya, ternyata SimBah dibalik kaca….🙂
    Photo yang sangat bagus, kalau nggak ada kaca dan ada tangan SimBah maka jadi sempurna.

  2. Maaf Pak Eko. Ibu tua ini lagi ngapain ya?
    Kalau dari judulnya, mungkin dia lagi ngambil gudeg atau mengerjakan yg lainnya yg berhubungan dengan makanan.
    Namun, kalau tidak ada judul, kita tidak tahu ibu ini sedang mengerjakan apa.

    Pengambilan gambarnya di malam hari kan? Bagus Pak, detil wajah si Ibu bisa terlihat. Sayangnya memang ada bayangan samar-samar dari kaca etalase.

    • makasih komentarnya pak Ceppi

      kita kasih judul melayani pembeli gudeg gitu aja ya?

      foto diambil waktu pagi hari setelah subuh pak, jadi ya sama dengan suasana malam

      kalau saja kaca etalasenya boleh dibuka lebih bagus ya

  3. Makasih pak Firman,
    aku kesulitan membuat komentar di postingan teman-teman dan sangat gembira ketika menerima komentar dari teman-teman (egois ya?)

    Padahal kalau soal tulis menulis aku lancar ngasih komentar je.

    Oke, ini tanggapan saya mas.

    Kalau diperlebar sedikit, maka di sisi kiri ada lampu neon yang membuat wajah nenek makin tidak jelas

    Apalagi tangannya bergerak sangat lincah, sehingga yang akan terlihat hanya gerakan cahaya kabur saja

    Mas Firman bilang over exposure

    Saya sepakat

    Saya mencoba juga memotret simbah tidak dari balik kaca dan hasilnya kurang bagus, jadi tidak dimuat disini

    Untuk memotret simbah plus tangannya juga gak berhasil dengan baik

    Makasih komentarnya mas.

    Salam Sehati

  4. Ternyata neon, memang maksudnya itu pak, kalo sumber cahaya kuat itu masuk ke frame (dengan melebarkan frame ke kiri), maka bagian situ akan OE (over exposure).
    Dan seperti pak Ceppi bilang, bila tangan dan wadah-wadah yang dijangkau SimBah keliatan, Ceritanya makin mantap. Tangan yang bergerak akan ada motion blur, tapi gak papa tapi wadah-wadahnya yang still akan menambah kaya photo.
    Jepret terus.

  5. fotonya mantap pak !. dengan iso 800, noise minim.
    tapi kok modelnya seperti agak kesel difoto sama pak Eko🙂

    • memang di Jogya itu yang namanya gudeg macamnya banyak sekali ya?
      semua punya penggemar sendiri-sendiri,

      kalau aku sih sebagai orang Jogya gemar semua gudeg dan tak pernah bosen makan gudeg

      salam sehati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s