
Biasanya di bandara ada beberapa jam yang menunjukkan status beberapa waktu di beberapa tempat.
Di Warung Soto Sholeh, Yogyakarta, beberapa jam ini menunjukkan waktu indonesia bagian barat, sayangnya semuanya berbeda, sehingga tidak bisa dipastikan jam yang mana yang menunjukkan waktu yang paling bisa dipakai sebagai panduan.
Keadaan gini bisa bikin kita nggak pede dengan jam pada blekberi kita atau tag heuer yang melilit di tangan. yang mana yang bener sih?
Di Indramayu saya sering nemu rumah makan yang masang lebih dari 10 kalender berhimpitan.
sayang fotonya tidak bisa menghasilkan kualitas yang bagus
sudah kucoba berbagai variasi ISO, aperture maupun shutter speed dan ini yang paling bagus
cahaya yang masuk memang nanggung
dari belakang dan dari sisi kanan sinar begitu banyak masuk dan jam ini terletak di bagian atas yang kurang mendapat sinar
ada masukan?
saran:
1. Hindari refleksi cahaya dari kaca jam, ambil dari sudut dimana cahaya tidak terpantulkan kearah kita, baik cahaya natural, dari sumber lain, ataupun flash yang kita gunakan.
2. Kurangi area yang membuat kontras/dynamic range terlalu tinggi, terutama bila kita tidak mengeset metering sesuai keinginan. Pada photo misalnya hilangkan dari frame atap plafon yang cenderung gelap, metering akan mengusahakan plafon agar terlihat dan itu akan membuat area hilite/terang/ putih akan OE.
Segitu dulu, cmiiw kalo salah, menunggu arahan para suhu…
widih koleksi jam dinding.
mantap ini pak
hehehe…
yang masang jam itu kayaknya mbayar royalti deh ke warungnya
bener gak ya?
Ping-balik: Soto Jogja ya Soto Sholeh (uji ulang) « Kehangatan Blog Eshape
maksudnya mungkin, supaya pelanggan tidak dibatasi waktu, yg ada janjian jam lima pakai yg menunjukkan jam 1. yg ada rapat jam 3, pakai yg menunjukkan jam 11.
jadi makannya sotonya sambil tenang…
bisa jadi itu di pasang pasang oleh para sponsor…
Ping-balik: Benchmarking : Soto Sholeh Jogja « Mie SEHATI